Investasi Yang Cocok Untuk Pemula

Investasi yang Cocok untuk pemula di 2020 ini dan Pada era modern ini orang-orang semakin kreatif dalam mengelola keuangan agar keadaan finansial semakin terjamin. Kini berbekal sejumlah dana, Anda bisa mendapatkan investasi yang menguntungkan besar, pasalnya sekarang banyak sekali jenis investasi yang cocok untuk pemula. 

investasi, investasi yang cocok untuk pemula, investasi online, apa itu invetasi online, apakah investasi online aman, keunggulan investasi online, investasi pemula modal kecil, investasi syariah, investasi untuk mahasiswa, investasi yang menguntungkan, contoh investasi, investasi adalah, jenis investasi, invetasi reksadana, investasi 2020, investasi deposito, invetasi saham, investasi emas, investasi properti, jenis investasi yang cocok untuk pemula,


Apa Itu Investasi ? 

Sebelumnya saya sudah menulis tentang Apa itu Investasi. Bicara mengenai investasi sebenarnya istilah ini sudah populer pada kalangan masyarakat dari berbagai kalangan. Namun faktanya, masih banyak orang yang salah mengartikan serta memahami sebenarnya arti kata itu. Secara singkatnya investasi merupakan suatu metode dalam pengelolaan keuangan dengan cara menanamkan uang sebagai modal. 

Hal ini dilakukan hingga kurun waktu tertentu dengan tujuan agar mendapatkan keuntungan. Tentu seperti penjelasan sebelumnya, dalam aktivitas investasi memerlukan sejumlah uang sebagai aset. Demi kelancaran prosesnya untuk mendapat investasi yang menguntungkan, seorang investor harus memiliki pengetahuan mengenai strategi penanaman modal. 

Tips Memilih Jenis Investasi Yang Cocok untuk Pemula 

Sebagai investor pemula mungkin masih minim pengetahuan tentang bidang penanaman modal. Meskipun dengan keterbatasan itu, tidak menutup kemungkinan Anda tetap bisa menjadi top warren buffet. Untuk mewujudkan itu semua, berikut ini ada beberapa tips memilih jenis investasi: 

1. Tentukan Tujuan Keuangan Anda 

Sebelum mulai berinvestasi, langkah pertama yang harus Ana lakukan yakni menentukan tujuan dari pengelolaan keuangan. Caranya dengan membuat perencanaan, baru setelah itu memilih jenis instrumennya. 

2. Lakukan Riset dari Berbagai Jenis Investasi 

Seperti Anda ketahui, produk investasi banyak ragamnya tentu masing-masing memiliki sistem, kelebihan dan kekurangan berbeda-beda. Untuk itu sebelum memilih instrumen penting bagi calon investor agar melakukan riset. 

3. Pahami dengan Cermat Faktor Resiko 

Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa masing-masing produk investasi memiliki sistem dan faktor resiko yang tidak sama. Jika investor ingin mendapat pilihan tepat, tentunya harus memahami betul mengenai segala kemungkinan serta kondisi ke depan. 

4. Pilih Jenis Investasi yang Anda Pahami 

Satu lagi point yang paling penting, seorang investor bijak harus mempertimbangkan dari segala aspek sebelum memilih instrumen. Pasalnya segala bentuk investasi memiliki resiko, jangan sampai Anda mengalami kerugian hanya karena ketidaktahuan mengenai pengaturan strategi. 

Ragam Jenis Investasi yang Cocok bagi Pemula 

Bagi Anda yang berminat terjun ke bidang penanaman modal, namun kurang memiliki pengetahuan tidak perlu khawatir. Berikut ini ada beberapa ragam jenis investasi yang cocok bagi pemula yakni seperti: 

1. Emas 

Jika dahulu emas hanya sebagai perhiasaan, namun sekarang benda itu bisa menjadi bentuk investasi. Sistem penanaman modal ini sangat banyak peminatnya, karena memiliki sifat yang likuid alias mudah mencairkannya dari pada jenis lain dan bisa dijadikan jaminan pinjaman. 

Investasi Emas bisa menjadi pilihan yang cocok untuk pemula, pasalnya produk penanaman modal ini resikonya rendah karena harga barang cenderung stabil. Selain itu tahan terhadap laju inflasi, namun Anda perlu hati-hati dalam menyimpannya agar tidak hilang. 

2. Saham 

Saham atau bukti kepemilikan atas suatu badan usaha yang seseorang miliki ketika ikut menanamkan dananya sebagai modal. Produk investasi ini cukup populer, karena sebagai pemilik perusahaan Anda akan mendapat deviden atau pembagian hasil secara berkala. 

Namun untuk melakukan investasi ini Anda tidak memerlukan modal besar, sebanding dengan potensinya memperoleh laba. Selain itu, saham juga bisa menjadi sumber penghasilan pasif. Meskipun begitu resiko kerugian tetap ada, pasalnya harga dapat naik maupun turun setiap saat. 

3. Deposito 

Bagi pemilik rekening tabungan di bank tentu tidak asing mendengar istilah deposito. Produk investasi ini sistemnya hampir sama seperti menabung biasa, cuma bedanya uang itu tidak bisa Anda ambil atau cairkan sebelum jatuh tempo dalam kurun waktu mulai dari 1 hingga 12 bulan. 

Para investor pemula banyak yang melirik jenis investasi ini, pasalnya tingkat resikonya rendah. Selain itu bunganya jua lumayan besar dan bisa dijadikan sebagai jaminan atas pinjaman bank. Namun sifat pencairan dananya sulit . 

4. Reksa Dana 

Bagi Anda yang ingin berinvestasi tapi terkendala karena modal kecil, reksa dana bisa menjadi pilihan tepat. Pasalnya, melalui program ini manajer investasi akan mengumpulkan dan mengelola uang dari berbagai investor. 

Nantinya baik keuntungan maupun kerugian dari investasi yang akan dibagi secara rata kepada seluruh anggota. Banyak investor memilih reksa dana dengan pertimbangan tidak perlu repot mengelola dana, namun sebagai gantinya harus membayar biaya pengelolaan. 

5. Properti 

Jika reksa dana membutuhkan modal kecil, beda halnya dengan investasi properti yang memerlukan dana cukup besar. Investasi property ini bisa menjadi pilihan investor dalam investasi yang cocok untuk pemula dan hal itu berbanding lurus bersama keuntungan yang dijanjikan. 

Pasalnya, harga tanah maupun rumah selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pertimbangan itulah yang menarik minat para investor, karena pemegang modal tidak perlu repot melakukan banyak transaksi untuk mendapat laba. Selain itu resiko kerugiannya juga rendah. Namun perlu Anda ketahui, investasi dalam bentuk ini memerlukan biaya perawatan besar. 

6. Obligasi 

Obligasi merupakan salah satu produk investasi berupa bukti pernyataan utang. Dokumen ini diterbitkan oleh berbagai pihak, bisa berupa perorangan, koperasi, perusahaan maupun pemerintah. Bagi pemegang surat itu harus membayar biaya tambahan (bunga) selaku investor. 

Sistem obligasi mirip seperti saham, pasalnya dokumen itu bisa diperjual belikan melalui agen. Produk investasi ini memiliki beberapa keunggulan salah satunya nilai bunganya besar. Namun perlu Anda ketahui jika jangka waktu penanaman modalnya cukup lama minimal 5 tahun. 

7. Forex atau Mata Uang Asing 

Forex atau foreign exchange merupakan salah satu bentuk investasi yang berupa nilai tukar antar mata uang. Sistemnya sendiri hampir sama seperti saham dan obligasi yakni melalui cara memperjual belikan produk keuangan berdasarkan harga pasaran ketika transaksi berlangsung. 

Banyak investor berminat dengan investasi dalam bentuk forex karena sifat likuiditas dan volatilitas harganya juga tinggi, sehingga peluang untuk memperoleh keuntungan sangat besar. Selain itu, sistemnya cukup aksesibilitas dan sederhana jadi mudah bagi siapapun memahaminya 

8. Peer to Peer Lending (P2P) 

P2P merupakan platform menjadi jembatan antara pemilik modal dengan calon peminjam. Jadi untuk melakukan investasi dalam bentuk ini bisa Anda lakukan secara online dengan bantuan teknologi, sehingga investor dapat memilih sendiri borrower yang sesuai kriteria. 

Jadi apakah investasi online aman ? aman - aman saja jika investasi tersebut sudah resmi di otoritas tinggi terkait. Meskipun platform ini berbasis online, tidak perlu ada kekhawatiran. Pasalnya regulasi P2P berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Keunggulan lain dari investasi itu, para Investor bisa memperoleh investasi yang menguntungan ini minimal 15% dalam setahun dengan proses mudah. 

9. Surat Berharga Negara (SBN) 

Surat berharga negara (SBN) merupakan salah satu jenis obligasi yang diterbitkan pemerintah. Jenis investasi ini sangat tinggi peminatnya, jelas tidak mengherankan pasalnya penawaran keuntungannya sangat besar yakni minimal 6%. 

Keamanannya juga tidak perlu ada keraguan. Ini bisa menjadi pilihan investasi yang cocok untuk pemula karena resiko kerugiannya cukup rendah. Namun perlu Anda ketahui, untuk mulai berinvestasi harus menyiapkan dana minimal 1 juta rupiah. Selain itu, pahami juga beberapa jenis SBN seperti sukuk tabungan, ORI dan SBR. 

Demikianlah ulasan singkat mengenai investasi yang cocok untuk pemula, mulai dari pengertian, cara memilih serta jenis-jenisnya. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan bagi yang berminat mengelola keuangan dalam bentuk penanaman modal.
Baca Juga :

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel