Ragam Harga Kain Bahan Satin Polos per Meter

Satin adalah kain yang dibuat dengan metode satin weave, salah satu dari tiga teknik dasar menenun atau membuat kain. Kain ini memiliki ciri khas yaitu permukaannya yang halus dan biasanya berkilau. Namun di permukaan sebaliknya biasanya kusam. Kain satin dibuat dalam berbagai berat untuk berbagai keperluan, termasuk gaun terutama pakaian malam; seprei; hingga lapisan jok. Meskipun awalnya terbuat dari serat sutra, namun sekarang juga lebih variatif dan terbuat dari benang serat lainnya.


bahan hijab satin polos

Jadi pengertian terpenting, satin itu bukan tentang jenis bahan yang digunakan untuk membuat kain. Satin adalah jenis tenunan, dibuat dengan menyisipkan beberapa benang lungsin melintasi benang sebelum masuk ke bawah 1 benang pakan, dan berulang begitu seterusnya. Tenunan satin adalah tenunan yang lebih kompleks dibanding jenis tenunan yang lain.Serat filamen yang digunakan untuk membuat kain satin bisa bervariasi mulai dari sutra, nilon, atau poliester.

Kain satin berbeda dengan kain sutera. Seperti dibahas sebelumnya, satin adalah jenis tenun dan bukan jenis bahan, sedangkan sutra adalah bahan baku yang diproduksi oleh ulat sutra yang digunakan untuk membuat kain. Anda dapat menggunakan sutra untuk membuat Satin, karena kata Satin hanya merujuk pada jenis struktur tenunan. Kain satin silk adalah jenis satin yang lebih mahal karena terbuat dari bahan serat sutera. Sementara bila ingin memproduksi kain satin dengan harga yang terjangkau, produsen dapat membuat satin menggunakan poliester, nilon, rayon, atau wol.

Kata 'Satin' sebenarnya berasal dari 'Zaitun', nama Arab untuk pelabuhan Cina Quanzhou, tempat tenun ini pertama kali berasal lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Pada saat itu, penanaman sutra tersebar luas, sehingga bahkan para wanita kala itu menggunakan sutra untuk membuat kerajinan tenun satin, dan pakaian sutra tidak terbatas pada kelas atas. Namun, rahasia satin China yang dijaga ketat akhirnya menyebar ke seluruh Asia dan lebih jauh ke barat. Pada abad ke-12, Italia menjadi negara barat pertama yang memproduksi satin, dan pada abad ke-14, kain satin produksi Italia tersedia di seluruh Eropa. Namun, menggunakan sutra membuat harga kain satin menjadi mahal sehingga hanya bisa dibeli untuk kalangan aristokrasi, gereja, dan kelas atas. Di abad ke-21 ini satin adalah kain yang tersedia secara luas yang terutama digunakan untuk pakaian, sprei atau pelapis jok. Kain ini masih mempertahankan hubungannya dengan kemewahan. Beberapa fungsi umum kain satin termasuk untuk gaun malam, kemeja, korset, pakaian dalam, lapisan dalam, gaun pengantin, loungewear, topi dan dasi.

Jenis-jenis kain satin :

1. Monroe Satin
Memiliki ciri khas kainnya yang tebal dengan kilau kusam. Dijalin dengan benang slub yang tidak rata. Penggunaan: Pelapis misalnya untuk gorden.
2. Baronet
Tenunan satin paling berkilau terbuat dari rayon lungsin dan kapas. Sering dijumpai dalam warna-warna cerah. Penggunaan kain satin jenis ini: kain dekoratif, sarung bantal dan sebagainya
3. Charmeuse
Memiliki tampilan permukaan yang sangat berkilau, namun permukaan sebaliknya sangat kusam. Cukup lekat dengan kain lembut. Ditenun dari benang twist yang keras,benang lungsin dan krep. Penggunaannya terbatas untuk tata busana.
4. Crepe-back
Adalah kain satin jenis reversibel di mana setiap sisinya memiliki tenunan satin atau tenunan krep yang terlihat. Penggunaan kain ini pun sebatas pada tata busana.
5. Duchess
Jenis kain satin ini berat, kaku, dengan kilau yang rendah, mampu mempertahankan bentuknya dengan baik, dicelup dalam warna solid. Penggunaannya untuk busana pengantin.
6. Lucent
Adalah kain satin yang sangat berkilau di kedua permukaannya. Permukaan kain pun terasa licin. Kegunaan adalah untuk lapisan pakaian dan tas, aksesoris fesyen.
7. Messaline
Adalah jenis kain satin yang ringan, lembut, sangat berkilau, biasanya terbuat dari rayon atau sutra. Penggunaan terbatas untuk keperluan tata busana.
8. Monroe
Jenis kain satin dengan bobot sedang, tenunan yang rapat, dan terasa hangat. Penggunaan untuk pembuatan aksesori, tas, aksesori pengantin, dan masih banyak lagi.
9. Panne
Jenis kain satin dengan kilau super tinggi karena tekanan rol yang dipanaskan. Kain ini pun kaku dan biasanya terbuat dari sutra. Penggunaan untuk tata busana, dan pakaian malam.
10. Slipper
Memiliki karakteristik ringan dengan permukaan matt, dan penggunaan untuk kerajinan tangan maupun jahitan.
11. Satin Silk
Kain satin silk punya ciri khas lembut, tipis dan juga mengkilap tampilannya. Bahan satin silk ini jamak digunakan untuk bahan hijab karena tipis dan ringan.
12. Satin Velvet
Satin velvet sedikit tebal, cenderung jatuh dan permukaan tak begitu mengkilap. Penggunaan untuk gamis satin velvet atau rok panjang. Harga kain satin velvet agak sedikit mahal dibanding harga kain satin silk.
13. Satin Silk Roberto Cavali
Serat roberto cavali biasanya lebih halus, lembut dan mudah menyerap keringat. Harga kain satin silk roberto cavali per meter lebih mahal daripada harga kain satin velvet atau kain satin silk. Kain satin silk roberto cavali lumrah digunakan untuk baju tidur, gamis dan gaun pesta.
14. Satin bridal (Taffeta)
Ciri khasnya yaitu tebal, kaku, mengembang dan lazim digunakan untuk busana pengantin.
Harga kain satin velvet per meter yang mempunyai lebar 1,5 m ditawarkan Rp.24.000. Lalu harga kain satin bridal per meter dijual Rp.39.000 yang menyediakan banyak pilihan warna menarik. Harga kain satin polos per meter ditawarkan dari Rp.8.000 - Rp.24.000 tergantung dari kualitas bahan. Pilihan warna kain satin ada banyak ragam seperti : hitam, merah, hijau, navy, biru, baby, gold, dusty pink, rose pink, salem muda/warna kulit, hijau toska/turkis, baby pink/pink seulas (kosong), silver tua/abu, biru, salem tua, pink muda, cokelat bata/ coklat kemerahan, hitam, dan putih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel