Harga Motif Kain Songket di Pasar 16 Palembang

Kota Palembang sebagai ibukota Sumatera Selatan tak cuma populer karena memiliki aneka kuliner khas atau Jembatan Ampera yang cantik. Kota ini pun memiliki hasil kerajinan tangan masyarakatnya yang sangat istimewa dan spesial yaitu kain songket. Songket adalah kain tenun khas Palembang yang terkenal sampai ke luar negeri. Songket adalah kain tenun tradisional melayu yang biasanya dipakai ketika menghadiri event-event resmi. Tak sulit membeli kerajinan tangan unik yang satu ini. Sekarang ini songket telah dijual di berbagai tempat, salah satunya di Pasar 16 Ilir Palembang.

Harga Motif Kain Songket

Pasar 16 Ilir Palembang sudah terkenal sejak dahulu. Semenjak lama pasar yang satu ini adalah pusat denyut jantung ekonomi masyarakat Palembang dan sekitarnya. Ada ribuan pedagang dengan berbagai dagangannya yang setiap hari beraktifitas di sini. Pembeli pun selalu berjubel untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Tak terkecuali songket juga ada di tempat ini. Pasar yang dikunjungi ribuan orang tidak cuma dari dalam kota, kain songket 16 Palembang pun diborong para pembeli dari luar kota Palembang seperti dari Sungai Lilin, OKI, dan daerah-daerah lain.

Kain songket yang dijual di pasar 16 Palembang tetap mempertahankan motif turun-temurun misalnya motif bunga Cina, limar antik, lepus naga besaung, dan bunga pacar. Harga kain songket cukup bervariasi tergantung kualitas. Harga kain songket kualitas biasa dijual mulai Rp.100 ribu/lembar sedangkan harga kain songket kualitas premium banderolnya bisa mencapai Rp.3 juta/lembar dan bahkan ada yang menjual seharga Rp.35 juta dengan bahan dari emas asli. Konsumen bisa menemukan jenis dan harga kain songket apapun di pasar ini. Kain songket asli dapat diketahui dari tekstur kainnya yang halus, menggunakan benang emas atau perak sehingga memunculkan efek berkilau yang sangat indah. Songket Palembang populer karena keindahannya. Kain songket banyak dicari masyarakat saat mendekati lebaran dan juga saat musim pernikahan di bulan haji. Kain songket biasanya dikenakan oleh mempelai wanita saat pesta pernikahan dilangsungkan.

Sekilas mengenai songket Palembang. Songket adalah bagian tak terpisahkan dari kain tradisional masyarakat Palembang dan sekitarnya yang konon merupakan peninggalan dari kerajaan Sriwijaya di abad 9 Masehi. Kain ini ditenun dengan tangan dari sutra atau benang katun dan juga benang logam berwarna-warni untuk membentuk motif songket. Motif songket dibuat menggunakan teknik pakan tambahan yang dikenal dengan menyongket yang berarti menyulam di mana benang warna emas atau perak dimasukkan dan ditenun ke dalam kain. Tenun songket adalah proses yang melelahkan dan membutuhkan kerja keras serta konsentrasi dari penenun. Dibutuhkan sekitar 2-3 bulan untuk menyelesaikan sepotong sarung songket tradisional. Dengan demikian, kain tenun songket yang indah akan menunjukkan keahlian dan keterampilan utama para penenunnya.

Saat ini, songket sebagian besar dipakai sebagai kostum upacara tradisional, pernikahan, kelahiran anak dan pesta sunatan, pesta rakyat, dan acara-acara formal lainnya. Bila di masa lalu, songket hanya dikenakan oleh bangsawan dan keluarganya maka kini kain songket sudah berkembang yang tak hanya untuk pakaian namun juga untuk aksesoris fesyen seperti tas tangan serta produk rumahan seperti sarung bantal, taplak meja, dan sebagai buah tangan dan hadiah. Di masa lalu, sutra dan kapas adalah benang populer yang digunakan dalam tenun songket. Namun hari ini, campuran katun poliester dan benang sutra pintal sangat populer diterapkan ke kain songket. Benang poliester cukup populer karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan sutra atau katun. Di samping itu benang poliester pun mudah didapat dan tersedia dalam banyak warna dan
nuansa.

Terlepas dari benang warna emas dan perak yang secara tradisional sudah lama digunakan untuk tenun songket, benang logam warna-warni seperti merah, biru dan hijau pun mulai mendapatkan popularitas dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun tenun songket cukup populer namun perajin tradisional songket terus berkurang dalam beberapa tahun terakhir. Kebanyakan penenun songket adalah wanita yang telah mempelajari keterampilan menenun dari para penatua yang lebih berpengalaman.

Harga kain songket asli tenunan tangan para perajin biasanya jauh lebih mahal daripada tenunan mesin pabrik. Harga tersebut bisa mencapai Rp.500 ribu - Rp.1,5 juta per lembar. Bahkan kain songket tenunan manual dengan motif yang dibordir bisa mencapai Rp.1,5 juta - Rp.2,5 juta per lembar. Selain menyediakan kain songket, pasar 16 Palembang juga menyediakan pakaian adat khas Palembang misalnya tajung, jumputan, dan glongsong. Harga jumputan yang terdiri selendang, sarung, dan baju untuk wanita dan hem untuk pria ditawarkan mulai Rp 225.000. Sedangkan tajung atau sarung pria dengan motif songket dipatok Rp 160.000 per lembar. Sementara glongsong yang terdiri dari sarung dan selendang ditawarkan Rp.250.000.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel