Info Harga Acrylic Per Meter Terbaru 2019

Akrilik atau Acrylic adalah homopolimer termoplastik transparan yang cukup populer penggunaannya di Indonesia. Bahan ini mirip dengan polikarbonat karena cocok untuk digunakan sebagai alternatif  pengganti kaca. Bahan ini pertama kali diproduksi pada tahun 1928 dan dibawa ke pasar lima tahun kemudian oleh Rohm and Haas Company. Ini umumnya dianggap sebagai salah satu plastik paling bening di pasaran. Anda sedang membutuhkannya? Berikut info harga acrylic per meter yang dijual di pasar Indonesia.
Aplikasi pertama acrylic yaitu ketika digunakan untuk periskop kapal selam serta jendela pesawat, menara, dan kanopi. Akrilik di era modern ini secara umum diaplikasikan untuk berbagai keperluan yang biasanya memanfaatkan kebeningan alami dan ketahanan terhadap pengaruh lingkungan. Penggunaan umum termasuk lensa, kuku akrilik, cat, tameng keamanan, perangkat medis, layar LCD, dan furnitur. Kemudian juga sering digunakan untuk jendela, tangki, dan sekat ruangan.

Meskipun acrylic tersedia secara komersial dalam berbagai warna (mungkin tembus cahaya dan mungkin tidak) namun penggunaan paling luas adalah yang bening tembus pandang. Acrylic tidak mengandung zat berbahaya yang berpotensi berbahaya, bisphenol-A (BPA) sebagaimana dimiliki Polikarbonat. Harga acrylic per meter pun murah. Akrilik kadang-kadang dilaminasi di atas Polycarbonate (PC) untuk mendapatkan ketahanan dari goresan. Beberapa "kaca" tahan peluru pun dibuat dengan cara tersebut. Polikarbonar akan menghentikan peluru sementara akrilik tahan gores selama penggunaan sehari-hari.

Akrilik diklasifikasikan sebagai "termoplastik" (tidak seperti "termoset") yang dari namanya ada hubungan dengan cara plastik merespons panas. Bahan termoplastik menjadi cair pada titik lelehnya (160 derajat Celcius untuk Akrilik). Akrilik dapat dipanaskan hingga titik lelehnya, didinginkan, dan dipanaskan kembali tanpa degradasi yang signifikan. Alih-alih terbakar, termoplastik seperti Akrilik cair yang mudah dicetak dengan cara injeksi dan kemudian didaur ulang. Sebaliknya, plastik termoset hanya dapat dipanaskan sekali (biasanya selama proses pencetakan injeksi). Pemanasan pertama menyebabkan bahan termoset mengalami perubahan kimia yang prosesnya tidak reversible. Jika Anda mencoba memanaskan plastik termoset ke suhu tinggi untuk kedua kalinya, ia akan terbakar. 

Akrilik adalah plastik yang sangat berguna untuk aplikasi yang membutuhkan bahan bening. Akrilik sangat tahan gores dibandingkan dengan plastik bening lainnya. Ini adalah alternatif yang lebih ringan untuk kaca dan pengganti ekonomis untuk polikarbonat dalam aplikasi di mana kekuatan bukan merupakan faktor penting. Akrilik dapat dipotong menjadi bentuk yang sangat halus menggunakan teknologi pemotongan laser. Beberapa aplikasi umum dari acrylic seperti :

1. Untuk bahan lensa
2. Untuk pengganti kaca
3. Aksesoris fesyen misalnya gelang manset, kesing ponsel, dan banyak lagi.
4. bahan produksi display atau layar ponsel.
5. Akrilik juga tersedia sebagai filamen untuk pencetakan 3D (biasanya tersedia sebagai filamen transparan, putih, atau hitam).

Salah satu kelebihan akrilik adalah tidak mengandung atau melepaskan Bisphenol A (BPA) selama hidrolisis (degradasi karena kontak bahan dengan air). Sementara plastik Polycarbonate mengandung BPA yang cukup berbahaya bagi kesehatan. Ukuran yang ditawarkan acrylic bermacam macam dari tebal 1,5mm, tebal 2mm, tebal 3mm, hingga tebal 25 mm. Di pasaran, lembaran acrylic memiliki pilihan  ukuran 122 x 83cm, 203 x 305cm, 183 x 138cm, 122 x 244cm, 100 x 200cm dan 92 x 183cm. Harga acrylic per meter dengan ketebalan 2 mm dan dimensi 1220 X 2440 mm dibanderol Rp.370.000 sebagaimana ditawarkan salah satu penjual online di Bukalapak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel