Perhitungan 1 Tumbak Berapa Meter

Matematika  adalah salah satu ilmu yang sering diaplikasikan di keseharian kita. Ilmu yang satu ini jamak digunakan ketika bertransaksi jual beli atau mengukur sebidang tanah  bermacam bentuk mulai dari persegi, bujur sangkar, hingga segitiga. Pastinya pengukuran luas tanah akan memanfaatkan rumus matematika bangun datar. Di samping itu penerapan matematika untuk menghitung luasnya dan juga mengkonversi dari satu satuan ke jenis satuan lain. Tumbak adalah salah satu satuan luas tanah tak baku yang digunakan masyarakat Indonesia di masa lalu. Anda tahu 1 tumbak berapa meter?

tumbak berapa meter

1. Mengenal satuan tumbak

Satuan tumbak atau bata bahkan masih sering digunakan oleh masyarakat Sunda khususnya di daerah Tasikmalaya ketika melakukan jual beli tanah. Mereka menggunakan satuan  bata atau tumbak dan bukan meter persegi sebagaimana umumnya. Sebagian besar orang tak tahu dengan pasti kaitan bata atau tumbak dengan meter persegi. Satuan tumbak atau tumbuk ternyata sudah digunakan masyarakat untuk mengukur luas ladang atau sawah sejak zama penjajahan Belanda.

2. Nilai 1 tumbak berapa meter

Ukuran satu tumbak kurang lebih 3,75 m baik panjang maupun lebarnya atau tanah yang berbentuk bujur sangkar. Dengan begitu 1 tumbak atau 1 bata atau 1 ubin setara dengan luas 14 meter persegi atau perkalian dari 3,75 x 3,75 m. Masyarakat era dahulu memakai satuan tumbak boleh jadi karena di masa lalu belum ada satuan pasti untuk mengukur tanah sebagaimana sekarang yang sudah menggunakan satuan internasional yaitu meter. Satuan tumbak atau bata juga digunakan untuk memperkirakan hasil pane padi atau tanaman lain. Hasil panen dari tanah seluas satu tumbak ini dihitung lebih dulu sebelum dijadikan satu dengan hasil panen lain. Selain satuan tumbak, ada lagi satuan luas tanah yang lebih besar yang juga sering digunakan masyarakat di masa lalu yaitu bahu atau bau (dari bouw yang dalam bahasa Belanda, artinya garapan). Ukuran bahu relatif berbeda-beda, akan tetapi umumnya sebesar 0,70 - 0,74 hektar (7000-7400 meter persegi). Ada juga yang menyetarakannya dengan luas 0,8 hektar. Ada lagi seperempat bahu yang dinamakan satu iring dan seperdelapan bau yang dinamakan satu sidu. Dari satuan luas tanah yang ditetapkan secara nasional, satu bahu setarah 500 ubin (1 ubin atau 1 bata atau 1 tumbak sebanding dengan 14,0625 meter persegi). Satuan bahu sering diterapkan pada areal pertanian baik berupa ladang atau sawah dan sudah digunakan semenjak era Hindia Belanda. Berdasarkan ketetapan dalam Cultuurstelsel buatan Belanda, 1 bouw setara dengan 7096,5 meter persegi. Masyarakat Jawa dahulu pun familiar dengan satuan Ru dimana nilainya sama dengan 1 tumbak atau 14 meter persegi.

3. Satuan pengukuran tanah lainnya yang kerap dipakai oleh masyarakat Indonesia antara lain :

  • 1 are = 100 m2
  • 1 are = 7 ru
  • 1 bau = 500 ru
  • 1 bau = 7.000 m2
  • 1 hektar = 10.000 m2
  • 1 bau = 0,7 hectoare (hektar)
  • 1 m = 100 cm = 1.000 mm
  • 1 m2 = 10.000 cm2
  • 1 are = 100 m2
  • 1 ha = 1 hectoare = 100 are = 10.000 m2
  • 1 square foot = 1 kaki persegi = 12 inch x 12 inch = 0.09290304 m2

Masyarakat Indonesia dahulu memang belum mengenal satuan ukuran panjang dan luas dalam bentuk meter dan meter persegi. Sehingga saat menyatakan ukuran tanah digunakanlah satuan lain seperti tumbak, ubin, bata, bau, dan ru. Meski demikian, satuan ukuran tak baku tersebut tetap bisa dikonversi menjadi satuan ukuran baku baik dalam meter maupun meter persegi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel